slider

header ads

Sweet Tooth Series Garapan Sang Ironman

 


Awal pertamanya aku kira ini film fantasy seperti Alice in Wonderland yang full world of fantasy gitu. Karena di posternya ada gambar anak laki-laki dengan kuping dan bertanduk rusa. Terus ada seorang laki-laki dewasa tinggi besar yang membawa senapan. Seorang pemburu yang terjebak di dunia lain penuh makhluk ajaib, kira-kira begitu premis yang ada di otak.

Tapi salah ternyata! Sweet tooth ini berkisah tentang pandemi, yupp pandemi yang entah global atau lokal hanya di negara ini aja aku nggak terlalu ngeh. Jadi ada sebuah virus gejalanya kayak flu biasa gitu tapi lebih mematikan. Kayak Covid-19 gitulah ya, mungkin terinspirasi dari pandemi yang sudah terjadi belakangan ini. Ciri yang bisa dilihat bagi para penyintas virus ini adalah, jari kelingkingnya ngtril gitu alias gemeteran nggak terkendali.

Selain itu virus ini membawa musibah bagi ibu-ibu yang mengandung. Semua perempuan yang hamil anaknya akan lahir sebagai anak hibrida. Yaitu manusia campuran dengan hewan, random gitu belum jelas anaknya akan bercampur jadi hewan apa. Ada yang campur sama babi, domba, burung hantu, landak dan lain-lain.

 

Berfokus Pada Tiga Kehidupan

Gus, Bigman dan Bear

Series ini kita dipandu sama narator yang membawakan tiga cerita, yang pertama kehidupan Gus(Christian Convery) sang anak hibrida yang sejak lahir diajak Pubba(ayahnya) mengasingkan diri ke dalam hutan sejak pandemi bermula. Suatu hari ayahnya meninggal karena virus itu, mau nggak mau Gus anak hibrida yang setengah rusa ini harus bertahan sendirian di hutan. Bocah hibrida berumur sepuluh tahun ini mencoba hidup dengan cara Pubba nya dulu. Namun apa sih yang diharapkan anak sekecil itu, pasti dia kesulitan banget. Apa yang dia kerjakan selalu gagal dan buat dia frustasi. Sampai akhirnya dia nyerah dan ingin pergi dari hutan itu untuk menemui ibunya yang bernama Birdie di Colorado. Saat akan pergi dari hutan dia terperangkap oleh kawanan Last Man. Last Man ini adalah pihak pemerintah yang akan membantai para hibrida karena menganggap merekalah yang membawa virus itu.

Namun Gus akhirnya diselamatkan oleh Jepp(laki-laki yang di poster)  seorang mantan Last Man yang sudah insaf. Akhirnya mereka berdua pun berpetualang bersama untuk pergi ke Colorado mencari Ibu Gus. Walaupun Biggman begitu panggilan Gus pada Jepp, yakin ibunya sudah mati karena virus.

Dr. Adi dan istrinya Rani
Cerita kedua berfokus pada kehidupan serang dokter bernama Aditya Singh(Adeel Akhtar) dan
istrinya Rani. Adi ini merasa sangat bersalah pada istrinya karena sang istri terkena virus ini. Ia mengangap istrinya terkena karena ia seorang dokter dan sempat menangani para penyintas. Hal itu pula yang membuatnya berhenti menjadi dokter. Dibantu koleganya yang mempunyai penawar obatnya namun hanya berefek sementara, Rani masih mampu beratahan setelah sepuluh tahun terjangkit. Namun suatu hari koleganya memutuskan untuk pensiun karena penyakit kanker yang di deritanya. Ia pun sudah tidak bisa membuat obat tersebut dan menyerahkan penelitiannya pada Adi. Dan betapa kagetnya Adi setelah membacanya, ternyata obat itu diambil dari tulang sumsum anak hibrida. Hal itu yang membuatnya frustasi dan tak tahu harus bagaimana. Seperti memakan buah simalakama, kalau ia tidak membunuh anak hibrida, istrinya akan mati leh virus itu. Begitu pun sebaliknya.

Aimee dan Wendy
Cerita ketiga adalah kehidupan Aimee (Dania Ramirez) seorang psikolog yang bertahan hidup
membesarkan seorang anak hibrida setengah babi yang ia beri nama Wendy. Mereka bertahan di sebuah kebun binatang, apada walnya Aimee tidak mau terbuka pada orang lain. Namun berkat bujukan Wendy, Aimee membuka tempatnya untuk setiap anak hibrida yang mencari perlindungan hingga terkumpul puluhan anak hibrida lainnya di sana. Namun rupanya tempat mereka sudah diketahui oleh para Last Man.

 

Berdasarkan Comic tahun 2009



Ternyata perkiraan aku salah lagi, yang mengira film ini terinspirasi dari oandemi yang sekarang secara global melanda dunia. Ternyata film ini diangkat dari komik produksi DC yang dibuat oleh Jeff Lemire seorang komikus asal Kanada. Jeff Lemire juga memproduksi komik-komik lainnya seperti The Nobody, Essex County Trilogy,  All-New HawkeyeExtraordinary X-MenMoon Knight, Old Man Logan  dan masih banyak lainnya. Perbedaan antara komik dan filmnya yaitu di komik ceritanya cukup dark khas DC sedangkan di film seriesnya tidak terlalu kelam dan aman untuk anak-anak.

 


Di produseri oleh Robert Downey Jhonsen Jr. dan istri


Fakta menarik lainnya adalah series ini di produseri oleh Sang Ironman alias Robert Downey Jhonsen Jr. Bersama istrinya Susan Downey. Mereka memang sejak tahun 2010 membuat perusahaan bernama Team Downey. Team Downey sudah memproduksi beberapa series dan film antara lain The Judge, Dolittle, Perry Mason dan dua judul lainnya yang masih belum dipastikan tanggal rilisnya adalah Sherlock Holmes 3 dan Sphere.

 

Series di Netflix yang aman untuk di tonton anak-anak atau keluarga

Jeff Lemire

Nggak mudah emang mencari film yang aman untuk di tonton bareng keluarga di Netflix. Tapi tentunya ada. Salah satunya series Sweet Tooth ini yang bisa di tonton semua umur karena nggak ada unsur sex atau kekerasan yang terlalu mengganggu. Paling cuma ada adegan dimana Dr. Singh dan warga RT nya yang tega membakar hidup-hidup salah satu warga yang terkena virusnya itu. Tapi nggak diliatin kok. Nah walaupun di komik cerita ini dark/kelam gitu. Kekelamannya hanya ada pas dibagian cerita Dr. Singh yang emang langsung berhadapan dengan para Las Man sejak dia menerima buku dari koleganya yang berhenti itu. Jadi bisalah di cepetin kalau emang takut. Dari delapan episode yang sudah tayang di Netflix aku rasa aman kok hanya bagian yang aku ceritain tadi tentang bakar-bakaran aja yang mungkin agak mengganggu kalau ditonton sama anak-anak.

 

 

 

Post a Comment

2 Comments

Terima kasih telah berkunjung dan memberikan komentar. 😘